Doa Di Tahun Ke-20

Doa adalah harapan. Ia akan meniupkan angin yang akan mendorongmu maju kedepan, meninggalkan jejak-jejak ingatan ke belakang. Bersama impian ia akan meringankan langkah kakimu yang pelan.

Tanpa sadar kau akan menjadi kuat dan tak mudah tumbang. Ada ribuan doa yang membuatmu berdiri tegak, mengecap manisnya perjuanganmu yang tak kenal lelah dan menuntunmu menuju arah.

Sesungguhnya kegagalan juga adalah bagian dari perjalanan doa sebelum ia sampai ke benak-benak harapan. Ia akan mengajarkanmu untuk terus berjuang dan bagaimana harus bersabar.

Adakalanya doamu tak terjawab. Ia tak akan selalu memenuhi egomu dan menuntutmu untuk menunggu dengan apa yang terbaik dan masih tersembunyi di sana. Berlapang dadalah.

Di hari bahagiamu, kue itu tampak manis serupa senyummu. Di sekelilingnya berdiri lilin-lilin yang memijarkan nyala seterang semangatmu.

Tiuplah lilin-lilin itu maka kamu akan menghitung berapa tahun yang kamu lalui hingga sekarang dan kamu tahu jalan ke depan masih akan sangat panjang. Sepertinya kelokan jalan itu terlihat menakutkan dan likunya selayak terjal yang siap menerkammu ke lembah yang dalam.

Tapi tenanglah..

Akan ada banyak doa yang mengalir melalui udara dan kamu hirup menjadi tenaga.

Dhike

Di usiamu yang kini ke-20 dan seterusnya.

#G20wnUpDhikeJKT48

 

Tsundere

Badanku terhimpit diantara desakan orang-orang. Lautan lightstick menyala-nyala membutakan mata. Setiap orang mengangkat kamera membuat pandangan terhalang. Aku masih sempat menangkap ekspresi wajah itu. Tubuhku pun mendadak beku.

***

Tsundere. Begitu orang-orang menyebutnya. Karakter yang ketika kamu melihatnya maka orang yang mempunyai karakter tersebut seakan-akan memiliki sikap yang sinis, cuek, angkuh dan sombong namun di satu sisi sebenarnya orang tersebut mempunyai sikap yang manis dan baik.

Ketika kamu pertama kali melihatnya bisa saja kamu akan membencinya namun sebaliknya bisa jadi kamu akan penasaran kemudian terperangkap dan jatuh hati tak terkira. Semuanya itu terpancar pada senyum dan ekspresi wajahnya.

Aku sendiri tak tahu apakah itu sekedar ekspresi wajah atau memang dia memiliki sikap Tsundere seperti yang digambarkan. Yang jelas, aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yg begitu mengagumi dan kecanduan untuk melihatnya.

Malam itu aku berkesempatan melihat ekspresi wajah itu secara langsung setelah sekian lama hanya bisa melihatnya melalui layar kaca. Seorang teman memberikan pesan kepadaku bahwa aku harus bisa mengabadikannya melalui foto. Foto adalah tentang kenangan, bahwa foto akan membuat suatu hal menjadi abadi dalam ingatan.

Sayangnya tak satupun foto yang bisa ku ambil. Aku terlalu takjub akan pesonanya, begitu takluk hingga tak bisa berbuat apa-apa. Aku sungguh-sungguh seperti terhipnotis.

Aku tak habis akal, aku mengabadikannya lewat tulisan.