Tsundere

Badanku terhimpit diantara desakan orang-orang. Lautan lightstick menyala-nyala membutakan mata. Setiap orang mengangkat kamera membuat pandangan terhalang. Aku masih sempat menangkap ekspresi wajah itu. Tubuhku pun mendadak beku.

***

Tsundere. Begitu orang-orang menyebutnya. Karakter yang ketika kamu melihatnya maka orang yang mempunyai karakter tersebut seakan-akan memiliki sikap yang sinis, cuek, angkuh dan sombong namun di satu sisi sebenarnya orang tersebut mempunyai sikap yang manis dan baik.

Ketika kamu pertama kali melihatnya bisa saja kamu akan membencinya namun sebaliknya bisa jadi kamu akan penasaran kemudian terperangkap dan jatuh hati tak terkira. Semuanya itu terpancar pada senyum dan ekspresi wajahnya.

Aku sendiri tak tahu apakah itu sekedar ekspresi wajah atau memang dia memiliki sikap Tsundere seperti yang digambarkan. Yang jelas, aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yg begitu mengagumi dan kecanduan untuk melihatnya.

Malam itu aku berkesempatan melihat ekspresi wajah itu secara langsung setelah sekian lama hanya bisa melihatnya melalui layar kaca. Seorang teman memberikan pesan kepadaku bahwa aku harus bisa mengabadikannya melalui foto. Foto adalah tentang kenangan, bahwa foto akan membuat suatu hal menjadi abadi dalam ingatan.

Sayangnya tak satupun foto yang bisa ku ambil. Aku terlalu takjub akan pesonanya, begitu takluk hingga tak bisa berbuat apa-apa. Aku sungguh-sungguh seperti terhipnotis.

Aku tak habis akal, aku mengabadikannya lewat tulisan.

 

 

 

Bertemu Hujan

Hari itu adalah hari penting. Sangat penting. Saya sudah bersiap dan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir  saya berharap hari ini tidak turun hujan.

Bagi saya hujan itu menenangkan. Tidak ada hal lain yang membuat saya nyaman kecuali ketika berada dalam suasana yang tenang. Hujan menyajikan itu semua dan itulah alasan utama kenapa saya begitu menyukai hujan dan berharap hujan selalu ada. Dan ketika musim hujan mulai datang maka saya adalah salah satu orang yang akan menyambutnya dengan tarian-tarian sesembahan yang khusus agar hujan bisa awet.

Namun khusus hari ini tarian-tarian yang saya lakukan adalah tarian pengusir hujan. Saya akan bertemu seseorang yang semenjak mengenalnya saya jadi tahu hal-hal yang bisa membuat tenang itu bukan hanya hujan. Dan saya tak ingin hujan menggangu hal tsb.

Jangan bayangkan saya mengenalnya secara nyata. Ini abrsud memang karena saya mengenalnya lewat media sosial. Entah trik apa yang dia gunakan, setiap kicauannya di Twitter selalu terasa ada aura yang menenangkan sama halnya dengan suasana hujan.

Stay calm stay freeze

Tertera jelas pada bio Twitter-nya dan itu benar adanya. Saya jelas-jelas menjadi pengagumnya…ahh tentu saja bukan hanya saya tapi banyak orang lain di sana dan saya pun bertekad suatu saat akan melihat langsung sosok ketenangan itu.

***

Pada akhirnya hari itupun memang tidak turun hujan namun saya tahu ketenangan hujan itu ada beberapa meter di depan saya.

Di tempat konser itu, di tengah puluhan orang yang berjejalan dan meneriakan nama yang berbeda, entah terdengar atau tidak saya pun meneriakan namanya :

“Frieskaaaaaaaaa…”

…….

  • Kedatangan Member Tim J JKT48 pada 8 November 2015 di Banjarmasin
  • Frieska Anastasia Laksani. Member JKT48 Tim J. Twitter : @frieskaJKT48