Month: November 2015

Doa Di Tahun Ke-20

Doa adalah harapan. Ia akan meniupkan angin yang akan mendorongmu maju kedepan, meninggalkan jejak-jejak ingatan ke belakang. Bersama impian ia akan meringankan langkah kakimu yang pelan.

Tanpa sadar kau akan menjadi kuat dan tak mudah tumbang. Ada ribuan doa yang membuatmu berdiri tegak, mengecap manisnya perjuanganmu yang tak kenal lelah dan menuntunmu menuju arah.

Sesungguhnya kegagalan juga adalah bagian dari perjalanan doa sebelum ia sampai ke benak-benak harapan. Ia akan mengajarkanmu untuk terus berjuang dan bagaimana harus bersabar.

Adakalanya doamu tak terjawab. Ia tak akan selalu memenuhi egomu dan menuntutmu untuk menunggu dengan apa yang terbaik dan masih tersembunyi di sana. Berlapang dadalah.

Di hari bahagiamu, kue itu tampak manis serupa senyummu. Di sekelilingnya berdiri lilin-lilin yang memijarkan nyala seterang semangatmu.

Tiuplah lilin-lilin itu maka kamu akan menghitung berapa tahun yang kamu lalui hingga sekarang dan kamu tahu jalan ke depan masih akan sangat panjang. Sepertinya kelokan jalan itu terlihat menakutkan dan likunya selayak terjal yang siap menerkammu ke lembah yang dalam.

Tapi tenanglah..

Akan ada banyak doa yang mengalir melalui udara dan kamu hirup menjadi tenaga.

Dhike

Di usiamu yang kini ke-20 dan seterusnya.

#G20wnUpDhikeJKT48

 

Tsundere

Badanku terhimpit diantara desakan orang-orang. Lautan lightstick menyala-nyala membutakan mata. Setiap orang mengangkat kamera membuat pandangan terhalang. Aku masih sempat menangkap ekspresi wajah itu. Tubuhku pun mendadak beku.

***

Tsundere. Begitu orang-orang menyebutnya. Karakter yang ketika kamu melihatnya maka orang yang mempunyai karakter tersebut seakan-akan memiliki sikap yang sinis, cuek, angkuh dan sombong namun di satu sisi sebenarnya orang tersebut mempunyai sikap yang manis dan baik.

Ketika kamu pertama kali melihatnya bisa saja kamu akan membencinya namun sebaliknya bisa jadi kamu akan penasaran kemudian terperangkap dan jatuh hati tak terkira. Semuanya itu terpancar pada senyum dan ekspresi wajahnya.

Aku sendiri tak tahu apakah itu sekedar ekspresi wajah atau memang dia memiliki sikap Tsundere seperti yang digambarkan. Yang jelas, aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yg begitu mengagumi dan kecanduan untuk melihatnya.

Malam itu aku berkesempatan melihat ekspresi wajah itu secara langsung setelah sekian lama hanya bisa melihatnya melalui layar kaca. Seorang teman memberikan pesan kepadaku bahwa aku harus bisa mengabadikannya melalui foto. Foto adalah tentang kenangan, bahwa foto akan membuat suatu hal menjadi abadi dalam ingatan.

Sayangnya tak satupun foto yang bisa ku ambil. Aku terlalu takjub akan pesonanya, begitu takluk hingga tak bisa berbuat apa-apa. Aku sungguh-sungguh seperti terhipnotis.

Aku tak habis akal, aku mengabadikannya lewat tulisan.

 

 

 

Bertemu Hujan

Hari itu adalah hari penting. Sangat penting. Saya sudah bersiap dan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir  saya berharap hari ini tidak turun hujan.

Bagi saya hujan itu menenangkan. Tidak ada hal lain yang membuat saya nyaman kecuali ketika berada dalam suasana yang tenang. Hujan menyajikan itu semua dan itulah alasan utama kenapa saya begitu menyukai hujan dan berharap hujan selalu ada. Dan ketika musim hujan mulai datang maka saya adalah salah satu orang yang akan menyambutnya dengan tarian-tarian sesembahan yang khusus agar hujan bisa awet.

Namun khusus hari ini tarian-tarian yang saya lakukan adalah tarian pengusir hujan. Saya akan bertemu seseorang yang semenjak mengenalnya saya jadi tahu hal-hal yang bisa membuat tenang itu bukan hanya hujan. Dan saya tak ingin hujan menggangu hal tsb.

Jangan bayangkan saya mengenalnya secara nyata. Ini abrsud memang karena saya mengenalnya lewat media sosial. Entah trik apa yang dia gunakan, setiap kicauannya di Twitter selalu terasa ada aura yang menenangkan sama halnya dengan suasana hujan.

Stay calm stay freeze

Tertera jelas pada bio Twitter-nya dan itu benar adanya. Saya jelas-jelas menjadi pengagumnya…ahh tentu saja bukan hanya saya tapi banyak orang lain di sana dan saya pun bertekad suatu saat akan melihat langsung sosok ketenangan itu.

***

Pada akhirnya hari itupun memang tidak turun hujan namun saya tahu ketenangan hujan itu ada beberapa meter di depan saya.

Di tempat konser itu, di tengah puluhan orang yang berjejalan dan meneriakan nama yang berbeda, entah terdengar atau tidak saya pun meneriakan namanya :

“Frieskaaaaaaaaa…”

…….

  • Kedatangan Member Tim J JKT48 pada 8 November 2015 di Banjarmasin
  • Frieska Anastasia Laksani. Member JKT48 Tim J. Twitter : @frieskaJKT48

Delusional

“Salaman dan ngobrol dengan artis harus bayar per detiknya dan kamu menitipkan salam dan obrolan kamu itu dengan temanmu!!??”

“Wah kamu memang sudah terjangkit penyakit delusi tingkat tinggi yan”

Saya hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya sambil terus membolak balikan majalah yang sedari tadi saya baca. Sita, teman baik saya kembali mencecar

“300rb sih memang gak banyak tapi gak bisa dibilang sedikit juga dan kamu tuh seakan membuang uang begitu saja”

Saya hapal betul sikap sinis Sita, Begitu dia merasa apapun tindakan orang yang baginya tidak masuk akal maka adalah hal sia-sia jika kamu berargumen apapun untuk berdebat dengannya. Kamu akan kalah. Keras kepala dan tengil adalah sikap jeleknya yang sejak awal kenal dengannya sudah saya masukan ke daftar list hal-hal yang akan saya maklumi darinya.

Dan perihal saya yang dalam hampir 1 tahun ini menjadi seorang fans idol grup lokal adalah salah satu hal yang tak luput dari cercaan kesinisannya.  Apalagi setelah hari ini dia tahu ada event handshake festival dimana kita bisa bersalaman dan mengobrol dengan member idola kita dengan cara harus membeli tiket seharga 30rb untuk setiap 10 detiknya. Saya yang tidak bisa datang ke Jakarta karena waktu yang padat merasa harus ikut berkontribusi pada acara itu menitipkan 10 tiket Handshake ke teman saya hanya agar salam saya bisa disampaikan ke 2 orang idola saya di idol grup tsb.

Tak masuk akal. Delusional. Saya sependapat dengan Sita tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Smartphone saya bergetar, ada notifikasi dari akun twtter saya yang saya setting secara khusus apabila seseorang memposting kicauannya.

60134

Seketika saya tersenyum. Senyum bahagia. Dan menitipkan salam adalah ucapan terima kasih saya karena 1 kicauan bisa membuat saya bahagia.

……….

*Wota : Sebutan bagi Fans Idol Grup JKT48